Beranda > Artikel > Cihuy Cirebon Blogger Competition 2010

Cihuy Cirebon Blogger Competition 2010

Cihuy Cirebon Blogger Competition 2010 telah dibuka kembali. CBC merupakan lomba yang sedang marak digandrungi oleh para kaum Blogger Ciayumajakuning yang diselengarakan oleh Telkom Speedy Cirebon. Lomba Cirebon Blogger Competition merupakan ajang kompetisi blog untuk umum dan murid (Siswa/pelajar) yang berdomisili di wilayah Cirebon, Kuningan, Indramayu dan Subang (Ciayumajakuning).

 

Dalam Cirebon Blogger Competition ini kita semua dituntut untuk berkarya dan berkreasi dalam membuat blog dan menulis sebuah tulisan tentang tema yang sudah ditentukan. Disini terdapat 3 tema dimana kita harus memilih salah satu tema. Ketiga tema tersebut diantaranya adalah 1. Sepeda dan Lingkungan, 2. Pemuda dan Teknologi, 3. Telekomunikasi dan internet.

 

Dari ketiga tema tersebut saya mengambil tema “Sepeda dan Lingkungan”. Mari kita ulas satu persatu.

 

Siapa sih yang nggak tau Sepeda? Sepeda adalah benda transportasi yang sederhana, tanpa motor sehingga di Indonesia dikenal sebagai kereta angin. Nenek moyang sepeda diperkirakan berasal dari Prancis. Menurut kabar sejarah, negeri itu sudah sejak awal abad ke-18 mengenal alat transportasi roda dua yang dinamai velocipede. Bertahun-tahun, velocipede menjadi satu-satunya istilah yang merujuk hasil rancang bangun kendaraan dua roda.

 

Yang pasti, konstruksinya belum mengenal besi. Modelnya pun masih sangat “primitif”. Ada yang bilang tanpa engkol, pedal tongkat kemudi (setang). Ada juga yang bilang sudah mengenal engkol dan setang, tapi konstruksinya dari kayu.
Ada seorang Jerman bernama Baron Karls Drais von Sauerbronn yang pantas dicatat sebagai salah seorang penyempurna velocipede. Tahun 1818, von Sauerbronn membuat alat transportasi roda dua untuk menunjang efisiensi kerjanya. Sebagai kepala pengawas hutan Baden, ia memang butuh sarana transportasi bermobilitas tinggi. Tapi, model yang dikembangkan tampaknya masih mendua, antara sepeda dan kereta kuda. Sehingga masyarakat menjuluki ciptaan sang Baron sebagai dandy horse.

Baru pada 1839, Kirkpatrick MacMillan, pandai besi kelahiran Skotlandia, membuatkan “mesin” khusus untuk sepeda. Tentu bukan mesin seperti yang dimiliki sepeda motor, tapi lebih mirip pendorong yang diaktifkan engkol, lewat gerakan turun-naik kaki mengayuh pedal. MacMillan pun sudah “berani” menghubungkan engkol tadi dengan tongkat kemudi (setang sederhana).

Sedangkan upaya penyempurnaan penemu Prancis, Ernest Michaux pada 1855, dengan membuat pemberat engkol, hingga laju sepeda lebih stabil. Makin sempurna setelah orang Prancis lainnya, Pierre Lallement (1865) memperkuat roda dengan menambahkan lingkaran besi di sekelilingnya (sekarang dikenal sebagai pelek atau velg). Lallement juga yang memperkenalkan sepeda dengan roda depan lebih besar daripada roda belakang.

Namun kemajuan paling signifikan terjadi saat teknologi pembuatan baja berlubang ditemukan, menyusul kian bagusnya teknik penyambungan besi, serta penemuan karet sebagai bahan baku ban. Namun, faktor safety dan kenyamanan tetap belum terpecahkan. Karena teknologi suspensi (per dan sebagainya) belum ditemukan, goyangan dan guncangan sering membuat penunggangnya sakit pinggang. Setengah bercanda, masyarakat menjuluki sepeda Lallement sebagai boneshaker (penggoyang tulang).

Sehingga tidak heran jika di era 1880-an, sepeda tiga roda yang dianggap lebih aman buat wanita dan laki-laki yang kakinya terlalu pendek untuk mengayuh sepeda konvensional menjadi begitu populer. Trend sepeda roda dua kembali mendunia setelah berdirinya pabrik sepeda pertama di Coventry, Inggris pada 1885. Pabrik yang didirikan James Starley ini makin menemukan momentum setelah tahun 1888 John Dunlop menemukan teknologi ban angin. Laju sepeda pun tak lagi berguncang.

Penemuan lainnya, seperti rem, perbandingan gigi yang bisa diganti-ganti, rantai, setang yang bisa digerakkan, dan masih banyak lagi makin menambah daya tarik sepeda. Sejak itu, berjuta-juta orang mulai menjadikan sepeda sebagai alat transportasi, dengan Amerika dan Eropa sebagai pionirnya. Meski lambat laun, perannya mulai disingkirkan mobil dan sepeda motor, sepeda tetap punya pemerhati. Bahkan penggemarnya dikenal sangat fanatik.

Kini sepeda mempunyai beragam nama dan model. Pengelompokan biasanya berdasarkan fungsi dan ukurannya.

1. Sepeda gunung-digunakan untuk lintasan off-road dengan rangka yang kuat, memiliki suspensi, dan kombinasi kecepatan sampai 27.

2. Sepeda jalan raya-digunakan untuk balap jalan raya, bobot keseluruhan yang ringan, ban halus untuk mengurangi gesekan dengan jalan, kombinasi kecepatan sampai 27

3. Sepeda BMX-BMX merupakan kependekan dari bicycle moto-cross, banyak digunakan untuk atraksi

4. Sepeda mini-termasuk dalam kelompok ini adalah sepeda anak-anak, baik beroda dua maupun beroda tiga

5. Sepeda angkut-termasuk dalam kelompok ini adalah sepeda kumbang, sepeda pos

6. Sepeda lipat-merupakan jenis sepeda yang bisa dilipat dalam hitungan detik sehingga bisa dibawa ke mana-mana dengan mudah

Sepeda merupakan alat transportasi yang tentunya ramah lingkungan. Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.

Sepeda tidak dibutuhkan bahan bakar apapun untuk mengoperasikannya. Oleh karena itu, sepeda tidak menghasilkan efek yang buruk bagi lingkungan. Selain itu, manfaat langsung yang bisa orang rasakan dari bersepeda adalah sebagai salah satu cara berolah raga murah dan meriah. Apalagi jika bersepeda secara rutin, dijamin badan akan menjadi bugar dan sehat.

Sambil bersepeda, kita juga dapat menikmati dan lebih mengenal lingkungan sekitar kita. Mungkin poin-poin tersebutlah yang menjadi acuan utama bagi masyarakat untuk menjadikan sepeda sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan mereka. Ditambah pula, sarana dan fasilitas untuk bersepeda juga tersedia secara baik dan didukung oleh Pemerintah dengan menyediakan jalur sepeda yang nyaman dan aman (car free day).

Sejumlah orang memang masih mencibir tentang penggunaan sepeda sebagai alternatif alat transportasi untuk menunjang aktivitas bekerja karena mereka masih menganggap bahwa pemakaian sepeda sebagai alat transportasi akan merepresentasikan kelas sosial marjinal bagi pemakainya. Namun, sesungguhnya hal ini sangat bergantung pada bagaimana kita memaknai arti bersepeda.
Memaknai sesuatu atau enrichment adalah bagaimana kita memandang dan menempatkan sesuatu tersebut pada persepsi kita. Bagaimana kita memandang sesuatu itu akan sangat tergantung pada bagaimana kita memaknai sesuatu tersebut.

Sewaktu kita hanya punya sepeda dan belum punya sepeda motor, apalagi mobil, ke mana-mana setiap kali beraktivitas, kita selalu menggunakan sepeda, entah itu ke sekolah, ke warung, ke perpustakaan, ke tempat les, ke rumah kawan, atau ke mana pun.

Namun, saat kita mulai dewasa dan banyak di antara kawan kita yang telah mengendarai sepeda motor, bahkan mobil, kita sering beranggapan bahwa memakai sepeda motor, apalagi mobil, lebih bergengsi daripada naik sepeda. Dengan kata lain, mengendarai sepeda lebih terhina daripada mengendarai motor.

Ke sekolah menengah, apalagi kuliah, kita sudah merasa malu menggenjot sepeda, terlebih lagi jika bertandang ke rumah seseorang yang kita ingin dekati. Kita lebih senang naik angkot daripada bersepeda. Lebih bergengsi dan berkelas, katanya.

Itulah contoh konkret bagaimana kita memaknai sesuatu hal, dalam hal ini sepeda. Jika kita memaknai bahwa sepeda merupakan alat angkut yang sangat hina, kita akan malu mengendarainya. Sebab, kita telah menganggap bahwa diri kita sangat hina akibat sepeda itu.

Namun, jika kita memaknainya dengan makna lain yang lebih tinggi, kita akan dengan senang hati atau bahkan sangat bangga mengendarai sepeda. Jika kita melekatkan makna bersepeda dengan olahraga, kita akan dengan senang hati bersepeda karena ada target tinggi berupa kebugaran yang hendak kita capai.

Betapapun jalan naik atau turun gunung, baik di jalan raya maupun di jalan tanah berbatu atau berlumpur, kita akan dengan senang hati menggenjot sepeda, bahkan menuntun atau memanggul sepeda itu jika jalan tak lagi bisa dilalui dengan mengendarainya. Itu semua kita lakukan dengan senang hati dan gembira.

Oleh karena itu, mari kita maknai aktivitas bersepeda kita dengan makna tertinggi. Jika kita meletakkan makna bersepeda sekadar sebagai gaya hidup para eksekutif ataupun para urban, kita hanya akan senang hati mengendarai sepeda sebatas gaya hidup. Sebab, dalam persepsi kita, kita tidak sedang mengendarai sepeda, tetapi kita sedang larut mengikuti mode dan gaya hidup, yang sesaat berikutnya dapat pudar sejalan munculnya gaya hidup yang lain.

Namun, jika kita melekatkan arti bersepeda secara hakiki bahwa sepeda adalah alat transportasi yang ramah lingkungan, sebagaimana yang dilakukan anggota komunitas pekerja bersepeda atau Bike to Work (B2W), kita akan dengan senang hati dan bangga mengendarai sepeda tersebut.

Sebab, dalam persepsi kita, sesungguhnya kita tidak hanya sedang mengayuh sepeda untuk beraktivitas, tetapi kita juga sedang beramal saleh bagi jagat raya ini dengan mengurangi pemanasan global, mengurangi polusi udara Kota yang semakin hari semakin mengkhawatirkan.

Hayu kita hijaukan bumi ini, kita birukan langit ini. Lamun sanes urang, saha deui? Lamun teu ayeuna, iraha deui? Dukung saya ya.. dengan memberikan komentar supaya saya dapat memenangkan kompetisi bergengsi Cirebon Blogger Competition ini.. jangan lupa dukung dengan doa juga. Tolong bantu ya..Thanks.. Bagi pembaca semuanya, jika kalian juga ingin mengikuti Cirebon Blogger Competition silakan baca persyaratan dan ketentuan lomba di Cirebon Blogger Competition 2010 ini dan site resmi penyelenggara event terbesar bagi blogger cirebon ini di http://speedycirebon.blogspot.com.

Sumber : id.wikipedia.org

Categories: Artikel
  1. DJ
    5 Desember 2010 pada 10:29 am | #1

    lingkungan sehat, jiwa sehat

  2. denova
    5 Desember 2010 pada 10:30 am | #2

    pingin ikutan tuh

  3. denova
    5 Desember 2010 pada 10:32 am | #3

    ingin ikutan tuh

  4. minarni
    11 Desember 2010 pada 11:23 am | #4

    ikutan ya pak

  5. minarni
    11 Desember 2010 pada 11:25 am | #5

    pak lg ikut lomba yah

  6. iwan
    11 Desember 2010 pada 11:27 am | #6

    selamat berjuang

  7. marwah
    11 Desember 2010 pada 11:30 am | #7

    ikutan kompetisi yah….semoga sukses

  8. diahwidyaningsih_9a
    11 Desember 2010 pada 11:32 am | #8

    lingkungan bersih idaman ku

  9. eva_susanti9a
    11 Desember 2010 pada 11:33 am | #9

    ajak dong naik sepedanya

  10. aan_hasanah9a
    11 Desember 2010 pada 11:37 am | #10

    lindungilah bumi ini

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.